Rabu, 05 Maret 2014

Sajak Malam

Saat aku mulai mengagumi Sang Malam
Kudapati tenang di balik cerita kelam dan kejamnya Malam
Tak aku hiraukan hitam yang dilekatkan kepada Malam
Berekstase aku dalam pelukan dingin dan cahaya temaram
Kupungkiri engkau Sang Kejam.

Saat aku merindukan Sang Malam
Meringkuk aku dan mengabaikan Siang yang geram
Karena aku tahu Malam adalah tentram
Malam engkau bukan dosa, kejam, dan hitam
Kau hanya anak tiri Sang Alam

Kepada Alam: “Siang bukan tak luput dari dosa!” aku bergumam
Saat aku mencintai Malam
Kutuliskan sajak untuk Sang Malam
Karena aku ingin menjadi SANG MALAM!


Bima, di Tengah Malam
28 Juli 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar