Senin, 14 Juli 2014

TESTIMONI WORLD CUP 2014; Argentina Harus Juara! Kenapa???

Final World Cup 2014 tengah berlangsung, Estadio Maracana di Rio De Janerio, Brazil akan menjadi saksi partai Final yang mempertemukan antara Jerman melawan Argentina. Sebuah pertandingan klasik, karena ini merupakan Final ke-3 yang mempertemukan kedua Negara, Piala Dunia Meksiko tahun 1986, Jerman (masih Jerman Barat) harus menyaksikan Diego Maradona cs mengangkat trofi piala dunia setelah di taklukan oleh Argentina dengan skor 3-2, Jerman membalasnya 4 tahun kemudian pada Piala Dunia 1990 yang dilangsungkan di Italia dengan skor 1-0. Dan yang ke-3 kali ini, siapakah yang akan keluar sebagai juaranya?

Argentina di Piala Dunia 2014
Melihat bagaimana Argentina dan Jerman dalam sejarah Piala Dunia, tidaklah mengherankan jika pertandingan ini punya makna tersendiri. Yang anda baca ini bukanlah prediksi pertandingan yang ingin saya sajikan, karena pasti media di seluruh dunia sudah memberikan prediksi dan analisisnya, bahkan binatangpun telah diperintahkan untuk memprediksi pertandingan ini. Ini adalah TESTIMONI Final Piala Dunia 2014, lebih tepatnya untuk Argentina yang harus keluar sebagai juara Piala Dunia edisi kali ini. Kenapa harus Argentina??

1.    Akhir Pencarian The Next Maradona?
Diego Maradona di Piala Dunia 1986
Sejarah sepakbola argentina tidak bisa dipisahkan dari sosok Diego Armando Maradona. Sang legenda hidup Argentina ini merupakan sosok yang fenomenal, terlepas dari kontroversi yang kerap mengikutinya, Maradona telah mempersembahkan gelar Piala Dunia 1986, bisa dikatakan Maradona ‘sendirian’ membawa argentina memenangi gelar tesebut.

Tapi mengapa Diego Maradona begitu special? bukankan pada tahun 1978, saat menjadi juara di rumah sendiri, Argentina punya bintang sekelas Mario Kempes? Menurut saya, ada hal yang membuat kenapa Mario Kempes tidak begitu special, yaitu ‘kehausan’ public Argentina akan gelar Piala Dunia. Kemunculan Kempes dan Maradona sangatlah bedekatan rentang waktunya. Hanya berjarak 8 tahun antara era Mario Kempes ke era Diego Maradona, sehingga terkesan Maradona mampu menggatikan kebintangan Kempes dengan cepat. Saat publik Argentina menanti The Next Mario Kempes, Maradona muncul di saat yang tepat dengan memberikan gelar Piala Dunia 1986. Sehingga tidaklah mengherankan Mario Kempes cepat ‘terlupakan’ oleh public Argentina, karena mereka punya sosok pengganti yang sepadan dalam diri Diego Armando Maradona dalam rentang waktu yang cukup singkat itu. Sedangkan Setelah era Diego Maradona public Argentina selalu menanti siapa yang akan menjadi pujaan mereka selanjutnya. Akan tetapi penantian tersebut hingga kini belum kunjung usai, sosok yang mampu membawa Argentina memenangi Piala Dunia lagi. Melihat apa yang telah dilakukan oleh Maradona untuk Argentina, tidaklah mengherankan jika publik Argentina selalu menanti Who The Next Maradona? Penantian akan sosok The Next Maradona begitu panjang, sudah 24 tahun sosok yang bisa mengembalikan kejayaan Argentina di pentas dunia dicari. Dalam setiap gelaran Piala Dunia publik Argentina selalu mencari sosok yang tepat untuk menyandang gelar kehormatan ‘The Next Maradona’. Siapa saja mereka?

Pada Piala Dunia 1994 dan 1998 Argentina punya Ariel Ortega, bersinar pada era 1991 bersama River Plate Ariel Ortega digadang-gadang sebagai The Next Maradona, akan tetapi pada kenyataannya Ariel Ortega tidak mampu memenuhi ekspektasi tersebut, untuk memberikan Argentina gelar Piala Dunia. Pada Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang Argentina punya Pablo Aimar sebagai The Next Maradona, harapan itu kembali pupus, Aimar hanya tampil 52 kali dan menyumbang 8 gol. Selanjutnya Argentina punya Javier Saviola dan Ezequiel Lavezzi yang dijuluki New Maradona, namun seperti para pendahulunya Ortega dan Aimar, mereka kembali gagal. Bahkan Saviola pensiun dari Timnas Argentina di usia 28 tahun, sedangkan Lavezzi walaupun masih memperkuat timnas Argentina namun tertutupi oleh kebintangan Lionel Messi. Dan nama terkhir ini, Lionel Messi ‘merampas’ gelar The Next Maradona dari Ezequeil Lavezzi. Kegemilangan penampilannya bersama Barcelona mengalihkan perhatian publik dari Lavezzi kepada Messi untuk menjadi The Next Maradona. Dan di Piala Dunia 2014 inilah saatnya Messi beraksi, tidak hanya membuktikan tapi yang lebih penting adalah mengakhiri pencarian melelahkan selama 24 tahun sosok The Next Maradona. Maka dengan itu Argentina harus Juara Piala Dunia 2014.
2.    Faktor Messi untuk Argentina
Dengan ‘dicopot’nya gelar The Next Maradona dari Lavezzi ke Lionel Messi menjadi hal yang menarik, karena mereka sama-sama ada dalam skuad Piala Dunia 2014 ini, dimana Argentina sudah berada di Partai Final melawan Jerman. Lionel Messi memang lebih pantas menyandang gelar tersebut dibandingkan Lavezzi. Jika dilihat lebih banyak kesamaan antara maradona dengan Lionel Messi, dibandingkan dengan Ezequiel Lavezzi. Sama-sama kidal, sama-sama mengenakan nomor 10 Jersey mereka. Dan bahkan dari skill dan penampilan Messi nyaris tidak berbeda dengan Diego Maradona. Jika Maradona pernah mencetak gol ‘Tangan Tuhan’, Lionel Messi pun pernah. Maradona pernah mencetak gol ‘solo-run’ fantastik, Messi juga. Tapi yang berbeda Maradona mencetak gol-gol tersebut untuk Argentina, sedangkan Messi melakukan itu di klubnya Barcelona.
Selebrasi Gol Messi di Piala Dunia 2014
Banyak orang yang tidak meragukan bahwa titisan Maradona sebenarnya adalah Lionel Messi. Lionel Messi sudah banyak meraih gelar individu. Pemain terbaik dunia sebanyak 4 kali, Top Score La Liga, Top Score Liga Champion dan masih banyak gelar lainya. Bahkan Messi sudah menyumbangkan banyak gelar untuk Barcelona, hanya saja semua prestasi tersebut masih di anggap belum cukup bagi publik Argentina untuk mensejajarkannya dengan Diego Maradona, jika belum memberikan gelar Piala Dunia untuk Argentina.

Itulah alasan kenapa Piala Dunia 2014 ini begitu penting buat Argentina dan terkhusus Lionel Messi pribadi. Inilah saat yang tepat untuk Messi memberikan gelar kepada Negaranya, dan yang terpenting untuk mengakhiri pencarian The Next Diego Maradona. Sehingga pada turnamen-turnamen Piala Dunia berikutnya publik Agentina tidak lagi mencari The Next Maradona tapi The Next Messi.

Kenapa ini saat yang tepat untuk Lionel Messi? Sudah 24 tahun Argentina menanti untuk tampil lagi di Final Piala Dunia. Terakhir mereka tampil pada Piala Dunia 1990 di Italia, melawan Jerman di Final Argentina takluk 1-0, dan itulah akhir dari era Diego Maradona. Sekarang dengan lawan yang sama Lionel Messi Cs, harus mampu mengalahkan Jerman. Mungkin untuk membalas dendam atas Final 1990, tapi untuk Lionel Messi ini adalah saat memenangi gelar Internasional bersama Argentina. Perlu di catat umur Messi sekarang 27 tahun, umur kematangan bagi pemain sepakbola. Jika tidak memenangi Piala Dunia 2014, Messi akan melewatkan ‘masa’nya untuk memberikan gelar Piala Dunia buat Argentina seperti pendahulunya Maradona. Karena edisi Piala Dunia berikutnya, bukan lagi era/masanya Lionel Messi. Di Piala Dunia 2018 Messi sudah berumur 31 tahun, dan itu bukanlah usia emas bagi pemain sepak bola. Jadi mau tidak mau, Messi harus memimpin teman-temanya memenangkan gelar Piala Dunia 2014, sebagai kapten Lionel Messi punya tanggung jawab tersebut. Sama seperti apa yang dilakukan Diego Maradona 28 tahun yang lalu. Good Luck Messi!!!

 
Sebenarnya masih ada 1 point lagi yang ingin saya masukan TESTIMONI ini, yaitu EROPA VS AMERIKA LATIN  pertarungan Ideologi, pertarungan benua, pertarungan dua kutub sepak bola terkuat dunia. Akan tetapi karena pertandingan sudah berlanjut, saya urungkan dulu, mungkin di lain kesempatan akan saya lakukan. Tapi perlu di ingat bahwa sepak bola bukan tentang Data, Fakta, dan Sejarah. Sepakbola adalah apa yang terjadi di lapangan. Apapun itu, malam ini Argentina harus keluar sebagai Juaranya, untuk Messi, Argentina, dan Amerika Latin. Chao ARGENTINA!!!


Rabu, 09 Juli 2014

8 Ke'BODOH'an PRABOWO


Inilah ke'BODOH'an  yang dilakukan PRABOWO:

  1. BODOH karena diam saja saat dihina dan difitnah oleh jenderal-jenderal tua, padahal bukan Engkau pelakunya.
  2. BODOH, mendirikan asrama untuk pelatihan nelayan, peternak dan petani tapi tidak minta diekspos oleh media.
  3. BODOH, membeli bisnis perusahaan kertas raksasa namun pailit yang berpotensi kerugian hingga 1 Trilyun hanya agar kerugian tidak ditanggung negara, dan apabila tidak dibeli, perusahaan tersebut akan di ambil alih oleh Amerika untuk kepentingan strategisnyaa.
  4. BODOH karena memiliki panti asuhan tapi hanya kau biarkan fotomu terpampang di tembok usang kampung sekitar bukan dimedia-media ternama.
  5. BODOH, memberikan kuasa hukum yang hebat demi TKW yang akan dipenggal kepalanya padahal negara diam saja.
  6. BODOH karena diam saja saat CAPRES No.2 (JOKOWI) menyatakan rencana mereka untuk mendukung Palestina, sementara kau beberapa tahun lalu sudah memberikan bantuan dana untuk Palestina tanpa diekspos. Kalau Dubes Palestina tidak bicara, sampai hari ini kami pasti tidak tahu.
  7. BODOH karena kau tidak gembar-gemborkan persahabatanmu dengan Diego Maradona dan tokoh-tokoh besar lainnya, serta bagaimana rencanamu untuk menyatakan Indonesia bukan hanya akan jadi penonton Piala Dunia, tapi jadi peserta bahkan menjadi tuan rumah Piala Dunia.
  8. BODOH karena tidak mengekspos keberhasilanmu membawa Kopassus menjadi pasukan elit yang diakui dunia menduduki posisi ke-3 (versi Discovery Channel Military edisi 2008). Pasukan elit Amerika saja masih di bawah Kopassus.
Kenapa Engkau lakukan hal-hal 'BODOH' ini? Bukankah semua itu bisa menaikkan citramu? Tapi kenapa Engkau lakukan itu? Bukankah itu bagian dari prestasi sosialmu? Tapi kenapa kau biarkan menguap begitu saja?
Tapi karena ke'BODOH'an inilah kami yakin untuk memilih PRABOWO sebagai pemimpin kami, yang akan menentukan arah jalan Negara-Bangsa ini kedepan.
Dan karena hal 'BODOH' itulah membuat kami percaya, ke"BODOH'an itulah yang menjadi alasan kuat Alm. Gus Dur (K.H. Aburahman Wahid) menyatakan "Orang yang paling ikhlas untuk rakyat Indonesia adalah PRABOWO."

Marilah kita sadar, bahwa pemimpin yang berdasarkan pencitraan diri tidak akan membawa kebaikan kepada Bangsa ini. Sekaranglah saatnya tangan kita sendiri yang akan menyelamatkan Bangsa yang kita cintai ini. Pastikan pilihanmu di bilik suara untuk pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor 1: PRABOWO-HATTA!

SALAM INDONESIA BANGKIT!!!

Minggu, 09 Maret 2014

Brandi Carlile - Hiding My Heart Away


So this is how the story went
Jadi, beginilah jalannya cerita

I met someone by accident
Tak sengaja aku berjumpa seseorang

who blew me away
Yang memukauku

who blew me away
Yang memukauku


It was in the darkest of my days
Saat itu adalah hari-hari terkelamku

When you took my sorrow and you took my pain
Saat kau usir nestapaku dan kau usir rasa sakitku

And buried them away, you buried them away
Dan mengubur semuanya, kau kubur semuanya


CHORUS:

And I wish I could lay down beside you
Dan andai aku bisa berbaring di sampingmu

When the day is done
Saat malam menjelang

And wake up to your face against the morning sun
Dan bangun memandang wajahmu yang belakangi mentari pagi

But like everything I've ever known
Tapi seperti hal lain yang kutahu

You'll disappear one day
Kau kan menghilang suatu hari nanti

So I'll spend my whole life hiding my heart away
Maka kan kuhabiskan seluruh hidupku tuk sembunyikan isi hatiku


I dropped you off at the train station
Aku mengantarmu ke stasiun kereta

And put a kiss on top of your head
Dan mengecup dahimu

I watched you wave
Kulihat kau lambaikan tangan

I watched you wave
Kulihat kau lambaikan tangan

Then I went on home to my skyscrapers
Lalu aku pulang ke pencakar langitku

Neon lights and waiting papers
Lampu neon dan kertas tunggu

That I call home
Yang kusebut rumah

I call that home
Kusebut itu rumah


CHORUS:

I woke up feeling heavy hearted
Aku bangun dengan berat hati

I'm going back to where I started
Aku kembali lagi ke tempat aku memulai

The morning rain
Hujan pagi hari

The morning rain
Hujan pagi hari

And though I wish that you were here
Dan meskipun aku berharap kau ada di sini

That same old road that brought me here
Jalan yang juga membawaku ke sini

Is calling me home
Memanggilku pulang

Is calling me home
Memanggilku pulang


FADE OUT

I can't spend my whole life hiding my heart away
Aku bisa menghabiskan seumur hidupku sembunyikan isi hatiku


Sumber: www.terjemah-lirik-lagu-barat.blogspot.com

Adele - Don't You Remember

When will I see you again?
Kapan aku akan bertemu denganmu lagi?
You left with no goodbye, not a single word was said,
Kau pergi tanpa ucapkan selamat tinggal, tanpa sepatah katapun
No final kiss to seal any seams,
Tanpa kecupan terakhir 'tuk akhiri kebersamaan
I had no idea of the state we were in,
Aku tak tahu apa yang terjadi di antara kita

I know I have a fickle heart and bitterness,
Aku tahu hatiku plin-plan dan tak menyenangkan
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
Dan mataku tak mau diam, dan kepalaku penuh masalah

CHORUS:

 
But don't you remember?
Tapi tak ingatkan kau?
Don't you remember?
Tak ingatkah kau?
The reason you loved me before
Alasanmu dulu mencintaiku
Baby, please remember me once more,
Kasih, ingatlah aku sekali lagi

When was the last time you thought of me?
Kapan terakhir kali kau memikirkanku?
Or have you completely erased me from your memory?
Ataukah kau telah sepenuhnya menghapusku dari ingatanmu?
I often think about where I went wrong?
Sering kuberpikir dimanakah salahku?
The more I do, the less I know,
Semakin banyak yang kulakukan, semakin sedikit yang kutahu

But I know I have a fickle heart and bitterness,
Namun aku tahu hatiku plin-plan dan tak menyenangkan
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
Dan mataku tak mau diam, dan kepalaku penuh masalah

CHORUS

Gave you the space so you could breathe,
Kuberi kau ruang agar kau bisa bernafas
I kept my distance so you would be free,
Kumenjauh agar kau bisa bebas
And hope that you find the missing piece,
Dan kuberharap kau kan temukan kepingan yang hilang itu
To bring you back to me
Yang kan membawamu kembali padaku

FADE OUT

When will I see you again?
Kapan aku akan bertemu denganmu lagi?



Sumber: www.terjemah-lirik-lagu-barat.blogspot.com