|
| Argentina di Piala Dunia 2014 |
Melihat bagaimana Argentina dan Jerman dalam sejarah Piala Dunia,
tidaklah mengherankan jika pertandingan ini punya makna tersendiri. Yang anda baca ini bukanlah
prediksi pertandingan yang ingin saya sajikan, karena pasti media di seluruh
dunia sudah memberikan prediksi dan analisisnya, bahkan binatangpun telah
diperintahkan untuk memprediksi pertandingan ini. Ini adalah TESTIMONI Final Piala Dunia 2014, lebih tepatnya untuk Argentina
yang harus keluar sebagai juara Piala Dunia edisi kali ini. Kenapa harus Argentina??
1.
Akhir
Pencarian The Next Maradona?
![]() |
| Diego Maradona di Piala Dunia 1986 |
Sejarah
sepakbola argentina tidak bisa dipisahkan dari sosok Diego Armando Maradona. Sang
legenda hidup Argentina ini merupakan sosok yang fenomenal, terlepas dari
kontroversi yang kerap mengikutinya, Maradona telah mempersembahkan gelar Piala
Dunia 1986, bisa dikatakan Maradona ‘sendirian’ membawa argentina memenangi
gelar tesebut.
Tapi mengapa Diego Maradona begitu special? bukankan pada tahun 1978, saat menjadi juara di rumah sendiri, Argentina punya bintang sekelas Mario Kempes? Menurut saya, ada hal yang membuat kenapa Mario Kempes tidak begitu special, yaitu ‘kehausan’ public Argentina akan gelar Piala Dunia. Kemunculan Kempes dan Maradona sangatlah bedekatan rentang waktunya. Hanya berjarak 8 tahun antara era Mario Kempes ke era Diego Maradona, sehingga terkesan Maradona mampu menggatikan kebintangan Kempes dengan cepat. Saat publik Argentina menanti The Next Mario Kempes, Maradona muncul di saat yang tepat dengan memberikan gelar Piala Dunia 1986. Sehingga tidaklah mengherankan Mario Kempes cepat ‘terlupakan’ oleh public Argentina, karena mereka punya sosok pengganti yang sepadan dalam diri Diego Armando Maradona dalam rentang waktu yang cukup singkat itu. Sedangkan Setelah era Diego Maradona public Argentina selalu menanti siapa yang akan menjadi pujaan mereka selanjutnya. Akan tetapi penantian tersebut hingga kini belum kunjung usai, sosok yang mampu membawa Argentina memenangi Piala Dunia lagi. Melihat apa yang telah dilakukan oleh Maradona untuk Argentina, tidaklah mengherankan jika publik Argentina selalu menanti Who The Next Maradona? Penantian akan sosok The Next Maradona begitu panjang, sudah 24 tahun sosok yang bisa mengembalikan kejayaan Argentina di pentas dunia dicari. Dalam setiap gelaran Piala Dunia publik Argentina selalu mencari sosok yang tepat untuk menyandang gelar kehormatan ‘The Next Maradona’. Siapa saja mereka?
Pada Piala Dunia 1994 dan 1998 Argentina punya Ariel Ortega, bersinar pada era 1991 bersama River Plate Ariel Ortega digadang-gadang sebagai The Next Maradona, akan tetapi pada kenyataannya Ariel Ortega tidak mampu memenuhi ekspektasi tersebut, untuk memberikan Argentina gelar Piala Dunia. Pada Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang Argentina punya Pablo Aimar sebagai The Next Maradona, harapan itu kembali pupus, Aimar hanya tampil 52 kali dan menyumbang 8 gol. Selanjutnya Argentina punya Javier Saviola dan Ezequiel Lavezzi yang dijuluki New Maradona, namun seperti para pendahulunya Ortega dan Aimar, mereka kembali gagal. Bahkan Saviola pensiun dari Timnas Argentina di usia 28 tahun, sedangkan Lavezzi walaupun masih memperkuat timnas Argentina namun tertutupi oleh kebintangan Lionel Messi. Dan nama terkhir ini, Lionel Messi ‘merampas’ gelar The Next Maradona dari Ezequeil Lavezzi. Kegemilangan penampilannya bersama Barcelona mengalihkan perhatian publik dari Lavezzi kepada Messi untuk menjadi The Next Maradona. Dan di Piala Dunia 2014 inilah saatnya Messi beraksi, tidak hanya membuktikan tapi yang lebih penting adalah mengakhiri pencarian melelahkan selama 24 tahun sosok The Next Maradona. Maka dengan itu Argentina harus Juara Piala Dunia 2014.
2.
Faktor
Messi untuk Argentina
Dengan ‘dicopot’nya
gelar The Next Maradona dari Lavezzi ke Lionel Messi menjadi hal yang menarik,
karena mereka sama-sama ada dalam skuad Piala Dunia 2014 ini, dimana Argentina
sudah berada di Partai Final melawan Jerman. Lionel Messi memang lebih pantas
menyandang gelar tersebut dibandingkan Lavezzi. Jika dilihat lebih banyak kesamaan
antara maradona dengan Lionel Messi, dibandingkan dengan Ezequiel Lavezzi.
Sama-sama kidal, sama-sama mengenakan nomor 10 Jersey mereka. Dan bahkan dari
skill dan penampilan Messi nyaris tidak berbeda dengan Diego Maradona. Jika
Maradona pernah mencetak gol ‘Tangan Tuhan’, Lionel Messi pun pernah. Maradona
pernah mencetak gol ‘solo-run’ fantastik, Messi juga. Tapi yang berbeda
Maradona mencetak gol-gol tersebut untuk Argentina, sedangkan Messi melakukan
itu di klubnya Barcelona.
![]() |
| Selebrasi Gol Messi di Piala Dunia 2014 |
Banyak
orang yang tidak meragukan bahwa titisan Maradona sebenarnya adalah Lionel
Messi. Lionel Messi sudah banyak meraih gelar individu. Pemain terbaik dunia sebanyak
4 kali, Top Score La Liga, Top Score Liga Champion dan masih banyak gelar
lainya. Bahkan Messi sudah menyumbangkan banyak gelar untuk Barcelona, hanya
saja semua prestasi tersebut masih di anggap belum cukup bagi publik Argentina
untuk mensejajarkannya dengan Diego Maradona, jika belum memberikan gelar Piala
Dunia untuk Argentina.
Itulah alasan kenapa Piala Dunia 2014 ini begitu penting buat Argentina dan terkhusus Lionel Messi pribadi. Inilah saat yang tepat untuk Messi memberikan gelar kepada Negaranya, dan yang terpenting untuk mengakhiri pencarian The Next Diego Maradona. Sehingga pada turnamen-turnamen Piala Dunia berikutnya publik Agentina tidak lagi mencari The Next Maradona tapi The Next Messi.
Kenapa ini saat yang tepat untuk Lionel Messi? Sudah 24 tahun Argentina menanti untuk tampil lagi di Final Piala Dunia. Terakhir mereka tampil pada Piala Dunia 1990 di Italia, melawan Jerman di Final Argentina takluk 1-0, dan itulah akhir dari era Diego Maradona. Sekarang dengan lawan yang sama Lionel Messi Cs, harus mampu mengalahkan Jerman. Mungkin untuk membalas dendam atas Final 1990, tapi untuk Lionel Messi ini adalah saat memenangi gelar Internasional bersama Argentina. Perlu di catat umur Messi sekarang 27 tahun, umur kematangan bagi pemain sepakbola. Jika tidak memenangi Piala Dunia 2014, Messi akan melewatkan ‘masa’nya untuk memberikan gelar Piala Dunia buat Argentina seperti pendahulunya Maradona. Karena edisi Piala Dunia berikutnya, bukan lagi era/masanya Lionel Messi. Di Piala Dunia 2018 Messi sudah berumur 31 tahun, dan itu bukanlah usia emas bagi pemain sepak bola. Jadi mau tidak mau, Messi harus memimpin teman-temanya memenangkan gelar Piala Dunia 2014, sebagai kapten Lionel Messi punya tanggung jawab tersebut. Sama seperti apa yang dilakukan Diego Maradona 28 tahun yang lalu. Good Luck Messi!!!
Sebenarnya masih ada 1 point lagi yang ingin saya masukan TESTIMONI ini, yaitu EROPA VS AMERIKA LATIN pertarungan Ideologi, pertarungan benua, pertarungan dua kutub sepak bola terkuat dunia. Akan tetapi karena pertandingan sudah berlanjut, saya urungkan dulu, mungkin di lain kesempatan akan saya lakukan. Tapi perlu di ingat bahwa sepak bola bukan tentang Data, Fakta, dan Sejarah. Sepakbola adalah apa yang terjadi di lapangan. Apapun itu, malam ini Argentina harus keluar sebagai Juaranya, untuk Messi, Argentina, dan Amerika Latin. Chao ARGENTINA!!!

